Baca?

by artul

Ini cerita masa lalu.
Waktu itu adalah masa usia belasan yang penuh keceriaan dan perkembangan fisik. (sekarang udah nggak belasan lagi). Masa-masa dalam pikiranku dimana dunia masih cerah dan tajam. Ketika kamu bangun pagi dengan tampang imut dan selalu terpukau akan keindahan sinar matahari yang menerpa. Ketika sinar itu dengan indah menelusup disela daun-daun dan kabut pagi. Ketika kamu menikmati setiap pagi. Yah masa itu aku belum terkena myopia. He3x..

Ini cerita tentang apa sih? Ini cerita tentang myopia.

Pada suatu hari kamis, papan tulis didepan kelas terlihat kabur, tulisan tulisan disana terlihat semakin kabur hanya dalam selang waktu dua minggu. Bagaimana mungkin? Ada apa dengan mata ini? Ah abaikan saja. Minggu depan juga sudah berkurang.

Dua bulan berlalu, ternyata perkiraanku salah.
Kata dokter: harus pakai kacamata, minus satu dioptri.

Bagaimana mungkin? Ah dunia memang tidak adil. Kehidupan usia belasan yang terasa ringan dan menggairahkan serasa hancur. Haruskah memakai kacamata? haruskah aku menjadi anak aneh itu, duduk di deretan depan dikelas dengan kacamata yang ada rantainya? Haruskah aku jadi salah satu dari yang sedikit?
Gak bisa olahraga, gak bisa loncat-loncat seenaknya lagi, tanpa setiap menit memegang gagang kacamatamu? Dan tanpa ragu kamu akan dianggap sebagai kutubuku?

Argh.. tidaaak!

Tapi, mestinya aku harus tetap bersukur mataku masih bisa melihat. Nggak boleh marah sama siapa-siapa. Dan kamu juga harus bersukur klo mata kamu masih normal.

Yah mau gimana lagi, aku memang suka membaca.
Setiap harus mengisi formulir yang ada baris hobi? aku nggak yakin apa lagi yang harus aku isi dengan jujur selain hobi: membaca. Yang lain dari itu tentu saja aku sedikit boong. Hobi: musik, jalan-jalan. Aku gak terlalu tergantung dengan musik dan aku rasa siapa yang nggak suka jalan-jalan? hampir semua orang suka. Pastinya itu juga bukan hobiku yang sejujurnya, karena itu bukan hal yang aku lakoni dan ada di pikiranku sehari hari.

Kecuali mungkin bergosip :p Tapi bergosip itu dosa bukan hobi

Hobi: membaca. nah ini memang ada di pikiranku kapan saja dan dimana saja. Ga ada jawaban lain.

Sayangnya tubuhku berkata lain, menurut rumusku sendiri: banyaknya buku yang kamu baca berbanding terbalik dengan kesehatan mata kamu. Juga berbanding terbalik dengan frekuensi dan tebal buku yang kamu baca.

Tetapi aku tetap saja suka membaca. Walaupun minusku tidak pernah berkurang, kenikmatan membaca tidak akan terkalahkan olehnya. Kecuali mungkin menulis.

Alkisah zaman dulu ketika semua temanku masih lucu dan imut. Cewek-cewek masih belum genit, masih berkepang atau model ekor kuda. Aku senang banget bisa mengenal teman-temanku masa itu. Masa kita mulai menulis bersama. Menulis demi kesenangan. Menulis hanya karena mau menulis tak peduli apa. Menulis majalah gila yang membuat kamu lol satu kali setiap hari. Menulis karena kamu suka.

Aku ingin menulis lagi. Seperti masa itu.

Hihi.. sudah lama gak nulis!

Quote:

Semua harus ditulis. Apapun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Pokoknya tulis, tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna (Pramoedya Ananta Toer)

Hihi.. nyontek dari si Pramur

Minta comment-nya.. ya.
plis.. plis…


Rss Commenti

6 comments

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in and view the post's comments. There you will have the option to edit or delete them.

    #1 Mr WordPress
  2. Numpang nimbrung nih Mas…
    Nah, begitu dong Bos… Sebenarnya, kesukaan kita membaca, seharusnya diimbangi dengan kebiasaan MENULIS.

    Mantaf… Terus tulis Bos.. :)

    #2 pramur
  3. Hihi.. akhirnya ada yg comment
    :p

    @MrWordpress:
    Ga pa-pa kok Mister, commentnya ga bakal saya hapus. Buat kenang-kenangan.

    @pramur:
    thanks mur

    #3 artul
  4. aku komen juga neeh….heheheh:p –>(maksude opo jaal….)

    #4 afie
  5. I like the helpful information you provide on your articles. I’ll bookmark your blog and test once more right here frequently. I am fairly sure I’ll be told many new stuff right right here! Good luck for the next! cheap car insurance in michigan

    #5 cheap michigan auto insurance
  6. This is getting a bit more suvbectije, but I much prefer the Zune Marketplace. The interface is colorful, has more flair, and some cool features like Mixview’ that let you quickly see related albums, songs, or other users related to what you’re listening to. Clicking on one of those will center on that item, and another set of neighbors will come into view, allowing you to navigate around exploring by similar artists, songs, or users. Speaking of users, the Zune Social is also great fun, letting you find others with shared tastes and becoming friends with them. You then can listen to a playlist created based on an amalgamation of what all your friends are listening to, which is also enjoyable. Those concerned with privacy will be relieved to know you can prevent the public from seeing your personal listening habits if you so choose.

    #6 Raquel

Leave a Reply