Feisty is Here!

by artul

Kemarin siang, sepulang dari bolos mata kuliah Etika Profesi, tak berapa lama Jogi-jogi menghampiri gw.

“Rif ada kiriman CD bokep”
“Heh ?”
“Dari Belanda”

Lalu mas Jogi menyerahkan sebuah bungkusan putih, berselubung plastik:
CD Ubuntu Feisty, hasil pesanan gw dari ShipIt, sejak satu bulan yang lalu.

Kiriman dari ShipIt

“Yuhu.. makasih.. eh bayar berapa?”
“Tujuh ribu, ganti..”
“Gantinya ntar aja ya” /* langsung kabur */

Ini adalah ketiga kalinya gw memesan CD gratisan ini melalui ShipIt, pertama request yang versi Ubuntu Breezy, lalu Dapper, dan terakhir Feisty ini (nama-nama aneh itu adalah codename untuk rilis ubuntu). Sejujurnya CD gratisan inilah yang awalnya bikin gw tertarik untuk mencoba Ubuntu, setelah sebelumnya nyoba distro lain seperti Mandriva yang bikin mendrita dan SUSE yang suse. Habis.. gratis.

/* dasar orang indonesia */

Beginilah penampakan cover CD-nya, dan juga tagihan dari Kantor Pos:

CD Ubuntu Feisty

Karena sebenarnya gw sudah upgrade dari Edgy ke Feisty sejak satu bulan yang lalu–yaitu dengan download CD alternate dari server kambing–jadi rencananya CD ini ya disimpan saja.

***

Tapi ternyata pucuk dicinta ulam pun tiba. Kedatangan CD Feisty kali ini gak sia-sia, sebab ada korban baru lagi yang akan mendapat instalasi Linux. Kali ini yang menjadi komputer malang itu adalah komputernya Ahmad, anak Teknik Mesin 04. Komputernya Ahmad terinfeksi sebuah virus bosok menyebalkan, codename W32.aat yang entah kenapa setelah dihapus secara manual file-file .exe hasil ciptaan virus itu (oleh Ahmad sendiri), windowsnya malah nggak bisa boot.

Akhirnya dicobalah boot dengan CD desktop (Live CD) Feisty yang tadi. Ternyata partisi XP nya Ahmad masih ada dan bisa dibaca. Live CD berhasil mendeteksi hardware ahmad eh PC ahmad dengan baik. Bahkan desktop effectnya juga bisa jalan dan secara keseluruhan performanya gak kerasa klo itu dari live CD.

“Gini lo mat klo udah diinstall nanti hasinya kayak gini. Ini udah ada office, game, desktop effects bla.. bla.. bla..”
“Nanti bisa baca dataku yg di XP?”
“Bisa”
“Bisa nge-game nggak?”
“Ngg.. bisa, frozen bubble hehe..”
“Hu..”

“Gimana Mat, install?” /* salesman mode */
“Install aja deh rip, tapi nanti windowsnya gimana, kehapus?”
“Nggak, ini nggak ngapus windowsnya kok” “Nanti kamu dual boot”
“Dual boot?”
“Nanti ada pilihannya pas booting”

Setelah gw klik icon install, maka dimulailah proses setup yang langsung dari live CD session itu sendiri: memilih zona waktu, lay-out keyboard, partisi harddisk, lalu sedikit mengisi username dan pasword. Tak lama sekitar 15 menit, PCnya Ahmad sudah jalan dengan OS barunya. Walaupun kayaknya dia masih sedikit bingung dengan desktop Gnome-nya, klik klik sana-sini.

“Linux susah nggak sih?”
“Nggak, mudah kok”

Tak lama:”Winamp-nya mana rip?”

“Apa, nggak bisa MP3?”

***


Rss Commenti

5 comments

  1. Numpang nimbrung nih Mas…
    Hehehe.. Yang sabar Bos… Mestinya dikasih lihat yang indah-indah dulu dia…

    Oia, kok masih pesenlewat shipit? Kan udah punya ISOnya? Buang2 duit?

    #1 pramur
  2. @pramur:
    Maklum, si ahmad gak biasa pake linux. Masih newbie bgt lah. Awalnya juga nanya “Start menunya dimana rip” hehe..
    Oh ya sampe sekarang windowsnya masih blm bisa boot. Masih pake Ubuntu setelah kmrn tak instalin codec + wine.
    Pesen ke shipit cuma dijatahin 3CD.. sebenarnya cuma pengen dapet stikernya.. :p

    #2 artul
  3. wahahahaha
    UBUNTU itu bintangnya siapa?
    filmnya miyabi bukan?

    *kabuuur*

    #3 thestoopid
  4. @ thestoopid
    Bukan mas, ini dari belanda klo miyabi kan dari jepang.

    #4 artul
  5. Hello! This is my 1st comment here so I just wanetd to give a quick shout out and say I really enjoy reading your blog posts. Can you suggest any other blogs/websites/forums that cover the same subjects? Thanks!

    #5 Priya

Leave a Reply