Ada suatu kota dimana tempat parkir adalah bisnis yang menguntungkan.

Bagi yang pernah tinggal di Jogjakarta pasti tau bagaimana parahnya transportasi umum di kota ini. Bus-bus kota, berkarat boros bensin dengan asap hitam berseliweran menguasai jalan. Dengan rute berputar-putar, ongkos jauh dekat dua ribu–tidak mau kurang walau kamu hanya naik sejauh satu kilo–dan jadwal operasi yang hanya sampai jam 6 sore membuat bus kota tidak dapat diandalkan. Kendaraan pribadi menjadi alternatif: motor salah satunya.

Transportasi umum disini sangat tidak dapat diharapkan. Bus: tidak semua bagian kota dilewati jalur bus. Becak: apa mau setiap kali naik saja lima ribu, itupun untuk jarak dekat, belum termasuk perasaan kurang manusiawi terhadap mas-mas becak. Taksi: jangan harap menemukan taksi dijalan-jalan kecil. Ojek: sepertinya hanya mangkal di terminal dan stasiun? Angkot: bukannya cuma ada di bogor?

Entah kenapa kota ini begitu unik dengan sistem transportasi umum berusia puluhan tahun. Ketidakrelaan melepas bus-bus tua dan pertimbangan akan nasib supir (?) membuat kesemrawutan ini tidak pernah berakhir. Tiada angkot disini, tiada pangkalan ojek, hanya becak yang mangkal di perempatan kampung. Warga beradaptasi dengan alternatif sendiri: sepeda motor. Motor adalah nyawa disini, setiap orang punya motor: karyawan, pedagang, mahasiswa dan mungkin supir bus itu sendiri. Jogja adalah kota dengan ribuan motor: eksotisme tersendiri yang membuatnya terasa sangat dinamis. Wajah-wajah dibalik helm dan slayer warna-warni di lampu merah, tukang parkir berwajah ramah adalah keseharian disini.

motor.pngMotor menjadi cukup penting sebagai syarat biar tidak dianggap miskin, atau salah satu syarat seorang pemuda agar ada gadis yang melirik. Sepertinya prinsipnya hanya satu, yang penting punya, tidak perlu gengsi disini. Motor baru ataupun lama tidak masalah, toh motor hanya sebuah alat, sama-sama terpaksa bayar parkir dimana-mana.

Jangan heran kalau seragam yang sedang tren disini adalah jaket motor dan aksesoris yang sedang mode adalah helm. Kata teman saya, orang jogja kalau masuk toko pun pakai helm. Dan kata saya, cuma di kota ini kamu bisa menemukan plat motor dari A sampai Z: motor bawaan dari mahasiswa rantau.

Masalahnya tidak semua orang punya motor. Kota ini sudah terbiasa dan beradaptasi dengan keadaan transportasi umum yang buruk, dan pemerintah sepertinya tidak melakukan apa-apa untuk membangun transportasi yang lebih nyaman.. Barangkali nyamannya hanya dihati saja.

Q: Udah baca blog gw?
A: Oh blog loe? udah..
Q: Loh kok nggak lo kasih komen. Kan udah gw bilangin untuk ngisi komennya?
A: Emang bisa komen?
Q: /* Gedubrak

Q: Ya udah, trus gimana isinya? bagus gak?
A: Mmm.. lumayan bagus kok… yang banyak tulisan-tulisannya itu kan?
Q: What? $%@# !

Dibaca donk.. dibaca b.. a.. c.. a..!
Emangnya blog gw isinya tulisan lorem ipsum doank!

How’s life?
Good
Bad
?
I’m not very well here..

34 jam yang lalu sms ini gw kirim ke beberapa orang teman-teman gw–sobat-sobat, teman lama gw yang udah jarang sms-an, dan sampai sekarang belum ada yang membalas.

I’m not very well here..
Ugh.. it’s getting worse

That damn sms really-really ruin my day
How nice! :)) /*sarcasm

Sebenarnya hari itu gw udah mau mencak-mencak seharian, andai saja emak gw nggak nelpon gw jam 11 siang.. (love u mom) so, gw gak jadi marah.. hehe.

Coba, bayangin rasanya kalau kamu yang ngalamin kejadian seperti itu? Apa nggak marah? Apa nggak kesal?

“Biasa aja” “Gitu aja kok reepoot” (Gus Pur)
“Apa..? gak berperasaan lo..!”

Pasti ada sedikit rasa kecewa, pasti ada sedikit sesal, kok bisa gitu ya? Mbalas sms aja nggak.. sms yang cuma tiga ratus lima puluh rupiah atau kurang dari itu? Gak punya pulsa? Hello…?
Huh sometimes life is suck sucks

Udah kejadian kayak gini gw jadi teringat kutipan lama, dari sebuah buku koleksi gw:

mempertahankan semua teman lamamu sama halnya seperti mempertahankan semua pakaian lamamu


Helen Gurley Brown
penulis dan editor

Kata-kata yang kutipan yang menggugah sekali.. (alah..) Kebijaksaan yang terpendam, yang kadang ada benarnya, walau gw selalu berharap itu tidak benar.

Granny Helen… I’m sorry you’re wrong!

Setiap kali teringat kutipan itu, gw selalu berharap untuk bisa meneriakkan… “Ah, kutipan dibuku kan tidak selalu benar.. gak semua yang lo baca itu benerr..!” Alahh.. kayak iklan.

Gw gak mau kehilangan pakaian-pakaian lama itu, karena bagi gw, itu adalah pakaian-pakaian pertama gw. Pakaian pertama gw yang sangat berkesan. Pakaian-pakaian yang paling bagus.

Gw nggak mau kehilangan mereka, seperti gw harus membuang baju-baju lama gw. Lemari gw sekarang belum penuh kok, lemari gw sangat luas.

Gw nggak mau membuang mereka, sementara gw nggak punya baju-baju baru. Yah disini, dimana mencari baju baru begitu sulit.

Pertanyaannya kalau gw harus membuang baju-baju lama gw.. Baju mana yang harus dibuang?

How nice! :)) /* ironically said.

Slappy Boy

In the room next to my room
05.00 AM Brak.. klik klik
05.01 AM Brak.. klik klik
05.03 AM Brak.. klik klik

05.10 AM Brak.. klik klik
05.11 AM Brak.. klik klik

In my room:
05.11 AM Brak Brak Brak..! klik.

Heh.. now I feel better.

Read more…

Eh kamu. Sini-kesini.. ! Ada yang lucu nih, gw punya kutipan dari profil Friendster seseorang:

About Me: Gw tu Orangnya Ga jelas bahkan Gw sendiri ga tau siapa Gw.. (…)

Hahaha.. lucu banget kan…
“Jadi orang kok nggak jelas”

Dan ironisnya itu adalah profil gw sendiri.

Read more…